Wanita Ini Dihina Paman Saat Pinjam Uang Dengan Berlutut. Siapa Sangka, 5 Tahun Kemudian

Diceritakan. Aku hanya tinggal bersama dengan ibu sejak kecil. Ayah sudah meninggal sejak bulan ketiga kelahiranku. Semenjak itulah, ibu sendirian merawat dan membesarkanku. Meski kondisi ekonomi keluarga memprihatinkan, tapi ibu bersikeras agar aku tetap bisa sekolah.
Sampai suatu hari, ibu menemui paman dan berharap sang paman bisa meminjamkan uang untuk biaya sekolahku. Namun paman langsung menolak, dengan alasan tidak punya uang. Namun demi mendapatkan pinjaman uang dari paman, ibu pun sekali lagi memohon bahkan sambil berlutut di hadapan paman. Namun tak disangka, ibu malah langsung diusir dari rumah.
Akhirnya, setelah bersusah payah ibu pun berhasil mendapatkan pinjaman untuk biaya sekolahku. Aku pun sangat berterima kasih kepada ibu yang sudah berjuang untukku. Jika bukan karena kekerasan hatinya, aku pun tidak mungkin bisa sesukses sekarang.
Hidup ini memang serba tidak menentu dan tak dapat diduga. Ibarat roda hidup ini akan selalu berputar. Sekarang aku bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi sebagai kepala marketing dan aku sangat menghargai hari-hariku bersama ibu.
Sampai akhirnya aku menemui hal yang tak terduga. Paman yang sebelumnya tidak pernah mengadakan kontak denganku tiba-tiba datang ke rumah. Aku juga tidak tahu dari mana dia mendapatkan alamatku.

Referensi pihak ketiga
Begitu masuk ke dalam rumah, paman langsung berlutut di hadapanku dan ibu, sambil meneteskan air mata.
“Saya minta maaf, saya yang salah ketika itu. Sekarang saya menanggung akibatnya sehingga putra saya menderita penyakit ini. Saya mohon tolong selamatkan dia, aku rela menjadi budak kalian,” kata paman memohon.
Melihat sikap paman memelas seperti itu, ibu langsung pergi. Paman terus saja memohon kepada kami agar memaafkannya. Sekarang paman baru menyesal atas sikapnya waktu dulu. Sesama saudara mengapa harus saling mendendam dan aku pun benar-benar tidak tega untuk mengusirnya.
Aku lalu memapah paman berdiri, kemudian memberikan 20 juta kepadanya dan berkata, “Sikap paman ketika itu memang benar-benar sangat melukai perasaan ibu, tapi aku tidak bisa seperti itu.
Terimalah uang ini paman, tidak banyak, dan tidak perlu paman kembalikan.”
Mungkin ada yang merasa uangnya sedikit, tapi menurutku uang yang kuberikan itu sudah lebih dari cukup.

Referensi pihak ketiga
Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.
Sumber: tribunnews.com

Comments

Popular posts from this blog

Alhamdulillah Hari Ini Turun Drastis, Tanda Pandemi Corona Akan Berakhir

Pelakor, Janda Tega Rebut Suami dari Istri yang Baru Melahirkan